Duhai Pemilik Timur Dan Barat
Yang Menyatukannya Setandan Seikat
Duhai Pemilik Siang Dan Malam
Yang Merangkainya Sehelai Sesulam
Masih Jarang Aku Bentangkan Kiblat
Meski Dengan Sehelai Sajadah Kusam
Terlalu Sering Kusisihkan Tobat
Hingga Semakin Hanyut Dan Tenggelam
Bercak - Bercak Adzan Diantara Embun Putih
Yang Menuntun Pagi Diantara Titian Tasbih
Sering Aku Bungkus Dihangatnya Selimut
Hingga Kulupa Pagi Mana Yang Ada Kabut
Terlalu Banyak Yang Aku Paksa
Mananam Keinginan Didalam Tunggu
Memetik Harapan Yang Tak Semasa
Menuai Mimpi Yang Tak Sewaktu
Ada Cinta Yang Aku Lewatkan
Menjadi Sesuatu Yang Aku Rindukan
Ada Hati Yang Aku Kecewakan
Menjadi Sesuatu Yang Aku Tangiskan
Ada Do'aku Yang Tidak Kuaminkan
Harusnya Jadi Curahan Hati Yang Indah
Ada Restu-Mu Yang Tidak Kujalinkan
Harusnya Jadi Jaminan Hati Yang Pasrah
Sudah Kuurut Lima Waktu Dengan Susah Payah
Sering Menjadi Urutan Yang Tidak Utuh
Ada Waktu Yang Seakan Memecah
Karena Aku Jalani Dengan Hati Yang Rapuh
Ingin Rasanya Aku Kembali Pada-Mu
Meski Dunia Sudah Terlanjur Jadi Indah
Ada Kerinduan Yang Berbeda Untuk-Mu
Ingin Kupastikan Yang Indah Menjadi Berkah
Entah Kumenghadap Dengan Malu
Atau Kubertasbih Dengan Sendu
Kumasih Berharap Cara Manis-Mu
Sujudkanlah Aku Dengan Cara-Mu
Semoga Dengan Timur Dan Barat Yang Diikat
Aku Bisa Tahu Arah Mana Kuulur Istigfar
Semoga Dengan Siang Dan Malam Yang Disulam
Aku Bisa Tahu Waktu Mana Kutarik I’tibar
By : Adji

0 komentar:
Posting Komentar