Senin, 07 Maret 2011

BALADA AWAN DAN HUJAN

Bukan Menggoda Bintik – Bintik Awan
Tapi Aku Sendu Dimanja Gerakannya
Bukan Merayu Rintik – Rintik Hujan
Tapi Aku Syahdu Dilanda Dinginnya


Antara Hari Yang Terang Dan Remang
Antara Hati Yang Luka Dan Senang
Dua Kondisi Yang Berlawanan
Madu Dan Empedu Jadi Secawan


Bintik – Bintik Awan Yang Pergi
Mengingatkan Kesan Sesuatu Yang Pergi
Rintik – Rintik Hujan Yang Dingin
Merindukan Kehangatan Terjalin


Awan Dan Hujan . . .
Kalian Adalah Penghuni Langit
Apa Yang Sudah Kalian Saksikan
Adakah Sandiwara – Sandiwara Pahit


Awan Dan Hujan . . .
Apa Yang Hendak Kalian Bawakan
Dengan Gerakmu Yang Tak Menunggu
Adakah Mengusir Sisa – Sisa Ragu


Awan Dan Hujan . . .
Ketika Kalian Disentuh Oleh Teknologi
Tentang Aktivitasmu Yang Diramalkan
Masih Adakah Sesuatu Yang Tersembunyi


Jika Masih Ada Yang Tersembunyi
Datanglah Ketika Aku Terbuai Mimpi
Bawakan Sesuatu Padaku Yang Berbeda
Yang Membedakan Antara Salah Dan Dosa


Awan . . .
Mungkin Kau Telah Mengelilingi Dunia
Bolehkah Aku Ingin Menitipkan
Yang Tak Bisa Kunyanyikan Dengan Nada


Aku Ingin Semua Makhluk Melihatnya
Sama Seperti Mereka Melihat Tuhannya
Mereka Melihat Dengan Segenap Jiwa
Detik Dimana Mereka Mengabaikan Dunianya


Hujan . . .
Engkau Telah Sering Menyuci Bumi
Bolehkah Aku Ingin Menitipkan
Yang Tak Bisa Kusimpan Dalam Hati


Aku Ingin Semua Bening Menggambarkannya
Menjadi Lukisan Sebening Cinta
Sehingga Kasih Sayang Akan Jelas Dirasa
Tanpa Harus Mendustai Arti Merah Muda


Awan Dan Hujan  . . .
Bolehkan Do’aku Kalian Sertakan
Kembalikanlah Jika Ada Jawaban
Sambil Kumenanti Sang Rembulan


By : Adji

0 komentar:

Posting Komentar