Terbuntu Nalar Memikir-Mu
Terisak Tangis Meratapku
Terbata Ucap Memuja-Mu
Tertatih Langkah Mengejar-Mu
Pelepah Kurma Bergugur Jatuh
Bilah Sukma Bersyukur Sungguh
Belati Raja Menajam Tancap
Hati Sahaja Tertanam Mantap
Kesunyian Malam Heningkan Sibuk
Selimut Gelap Mencegah Pandang
Butiran Bintang Tumpuk – Bertumpuk
Ikut Terlelap Seolah Gampang
Esok Membuka Di Pintu Hari
Meyambut Pagi Di Ketuk Mentari
Masih Tak Puas Diri Berdikari
Mandiri Lagi Bebas Mencari
Secuil Bahagia Serpihan Mimpi
Dimana – Mana Di Kail Lagi
Tak Berumpan Terbilang Percuma
Entah Mengapa Menjadi Kecewa
Masih Tak Jua Datang Bahagia
Diantara Bingung Meraba – Raba
Sangka Dan Terka Di Pagar Kira
Mencari Jalan Salah Melangkah
Bahagia Itu Bukan Dimana
Tak Kemana Meski Dicari
Tuhan Itu Maha Segala
Tak Disangka Pasti Memberi
Ragu Tentang-Nya Harus Dibuang
Kembalikan Arah Lalu Berbalik
Bahagia Dari-Nya Datang Menjelang
Itu Satu – Satunya Jalan Terbaik
Bilapun Usia Terlanjur Uzur
Masih Terbuka Waktu Dan Luang
Sujur Terakhir Di Ujung Umur
Tak Mengapa Bukan Penghalang
Cahaya Dari-Nya Melebihi Surya
Tak Tenggelam Ditelan Malam
Sujud Terakhir Pasti Bermakna
Galilah Makna Yang Paling Terdalam
Hanya Di Dasar Laut Ada Mutiara
Hanya Di Dasar Bumi Ada Permata
Mungkin Di Dasar Hati Ada Rasa
Bawalah Itu Kembali Pada-Nya
By : Adji

0 komentar:
Posting Komentar