Selasa, 08 September 2009

SEMBILU NEGERI MELAYU

( Untuk Buruh Indonesia Di Malaysia )

Ada Sanak Di Negeri Jiran
Membawa Hadir Di Kejauhan
Ada Anak Di Perkampungan
Menyimpan Pisah Di Penantian

Sang Bunda Memeras Keibuan
Menjadi Babu Kekeluargaan
Sang Anak Melepas Keanakan
Dari Waktu Pemeliharaan

Ingat Hari Didalam Do’a
Ingat Waktu Disisa Tenaga
Bagaimana Kabar Anak Tercinta
Sembari Tangan Memegang Kerja

Anak Yang Lucu Di Permainan
Tak Pernah Ragu Di Penantian
Sang Bunda Memang Tak Kelihatan
Karena Tak Tahu Makna Kehilangan

Bila Ada Seekor Merpati
Yang Bisa Membawa Pesan
Jangankan Di Ancam Belati
Semuanya Ingin Dikirimkan

Wahai Anakku Di Seberang
Bundamu Seperti Berperang
Kadang Teriksa Bukan Kepalang
Menabuh Rebana Tak Berdendang

Bunda Terjebak Di Perantauan
Kadang Tersentak Di Pembaringan
Teringat Pulang Di Kemenangan
Tapi Tak Tahu Akhir Perjalanan

Jika Hilang Sentuhan Lembutku
Sebab Tertukar Kekerasan Jadi Babu
Bundamu Tetap Masih Punya Kasih Ibu
Semoga Tak Luntur Tertukar Susu

Habiskan Sepiring Nasi Dari Nenek
Itu Persembahan Sekeping Hati Kakek
Kakek Dan Nenek Satu – Satunya Wakil
Membuktikan Kasih Tuhan Yang Maha Adil

Duduklah Bersama Mereka Di Waktu Sore
Kuatkan Hati Mereka Yang Sudah Senja
Bundamu Tetap Berdo’a Pagi Dan Sore
Supaya Kasih Tuhan Hadir Terus Disana

Bunda Tak Mau Berjanji Untuk Pulang
Meski Hati Terikat Dalam Kenang
Jika Lebaran Bunda Tak Kunjung Datang
Maaf Batinku Terikhlas Kau Pegang

By : Adji
( Puisi Permintaan Sdri. Mawar Putih07 )

0 komentar:

Posting Komentar