( Untuk Buruh Indonesia Di Malaysia )
Ada Sanak Di Negeri Jiran
Membawa Hadir Di Kejauhan
Ada Anak Di Perkampungan
Menyimpan Pisah Di Penantian
Sang Bunda Memeras Keibuan
Menjadi Babu Kekeluargaan
Sang Anak Melepas Keanakan
Dari Waktu Pemeliharaan
Ingat Hari Didalam Do’a
Ingat Waktu Disisa Tenaga
Bagaimana Kabar Anak Tercinta
Sembari Tangan Memegang Kerja
Anak Yang Lucu Di Permainan
Tak Pernah Ragu Di Penantian
Sang Bunda Memang Tak Kelihatan
Karena Tak Tahu Makna Kehilangan
Bila Ada Seekor Merpati
Yang Bisa Membawa Pesan
Jangankan Di Ancam Belati
Semuanya Ingin Dikirimkan
Wahai Anakku Di Seberang
Bundamu Seperti Berperang
Kadang Teriksa Bukan Kepalang
Menabuh Rebana Tak Berdendang
Bunda Terjebak Di Perantauan
Kadang Tersentak Di Pembaringan
Teringat Pulang Di Kemenangan
Tapi Tak Tahu Akhir Perjalanan
Jika Hilang Sentuhan Lembutku
Sebab Tertukar Kekerasan Jadi Babu
Bundamu Tetap Masih Punya Kasih Ibu
Semoga Tak Luntur Tertukar Susu
Habiskan Sepiring Nasi Dari Nenek
Itu Persembahan Sekeping Hati Kakek
Kakek Dan Nenek Satu – Satunya Wakil
Membuktikan Kasih Tuhan Yang Maha Adil
Duduklah Bersama Mereka Di Waktu Sore
Kuatkan Hati Mereka Yang Sudah Senja
Bundamu Tetap Berdo’a Pagi Dan Sore
Supaya Kasih Tuhan Hadir Terus Disana
Bunda Tak Mau Berjanji Untuk Pulang
Meski Hati Terikat Dalam Kenang
Jika Lebaran Bunda Tak Kunjung Datang
Maaf Batinku Terikhlas Kau Pegang
By : Adji
( Puisi Permintaan Sdri. Mawar Putih07 )

0 komentar:
Posting Komentar