Sabtu, 25 Juli 2009

RINDU DIPUCUK CINTA

Mungkin Bukan Lagi Saatnya

Aku Harus Membuktikan Setia

Dan Tidak Ada Lagi Artinya

Aku Akui Rasa Cinta Di Dada



Tapi Masih Ada Kata Hati Merindu

Ingin Aku Wakilkan Di Titipan Salam

Jika Masih Kuteriakkan Cinta Membisu

Masih Lebih Baik Kesunyian Malam



Rinduku Seperti Tetes Air Diujung Daun

Terkumpul Dari Jatuhnya Para Embun

Menjadikan Berarti Daun Dan Helainya

Hanya Terlihat Basah Tapi Ada Airnya



Begitu Pula Percikan Rindu Di Dada

Terkumpul Dari Jatuhnya Rasa

Menjadikan Berartinya Sisa Jiwa

Meski Diam Tapi Ada Geloranya



Aku Tak Menyesali Tetesan Rindu Itu

Juga Tetesan Air Di Ujung Daun Itu

Karena Tak Ada Arti Lagi Aku Menahan

Biarkan Rindu Ini Keluar Asalkan Bertuan



Bisa Jadi Dari Tiap Tetesannya

Terkumpul Secawan Air Cinta

Untuk Kutukar Bila Aku Dahaga

Juga Menyiram Amarah Dan Murka



Yang Pasti Rasa Ini Belum Berujung

Meski Tak Tahu Apakah Bersambung

Kupilih Kumerindu Daripada Kecewa

Memang Nadanya Sendu Tapi Berirama



Mungkin Ini Namanya Sebuah Cinta Abadi

Dia Takkan Berbatas Meski Aku Menunggu

Dia Lahir Dan Tumbuh Untuk Sebuah Arti

Kumekar Rasa Sayang Dari Waktu Ke Waktu



Siapapun Pengganti Dirimu Kelak

Aku Takkan Bertanya Kapan Waktunya

Aku Tak Mau Menyangka Dan Menebak

Rinduku Saja Tak Menentu Kapan Waktunya



Ini Hanya Tanda Aku Masih Butuh Seseorang

Melebihi Arti Akan Diriku Yang Sekarang

Cinta Sebelah Hati Memang Tak Berimbang

Sayang Dan Benci Berdinding Setipis Benang



Aku Tak Mau Terjebak Rasa Benci

Karena Gagal Cinta Dari Sebuah Pergi

Biar Rasa Cinta Dimanja Rayuan Rindu

Memberi Manis Penantian Dalam Kalbu



Hanya Pucuk Kembang Yang Bermahkota

Bisa Jadi Ada Pucuk Cinta Yang Terindah

Ketika Pucuk Cinta Jadi Awal Yang Bahagia

Akan Terbawa Sampai Diakhirnya Kisah



Semoga . . .



By : Adji

0 komentar:

Posting Komentar