Sabtu, 01 Agustus 2009

CINTA “APA ADANYA”

Aku Ingin Membuktikan Cinta
Cukup Dengan Boneka Yang Kecil
Yang Jadi Tanda Besarnya Rasa
Karena Keluar Dari Hati Yang Kecil

Bukannya Aku Tak Rela Berkorban
Aku Ingin Menikmati Setiap Makna
Kuberi Apa Yang Benar Dibutuhkan
Tapi Akan Kupenuhi Tanpa Diminta

Aku Berusaha Tak Membesarkan Cinta
Untuk Melewati Batasnya Sangkar Hati
Besarnya Cinta Besar Tanggung Jawabnya
Apakah Mungkin Aku Penuhi Dengan Janji

Kadang Aku Takut Untuk Berharap
Karena Bayangnya Adalah Kecewa
Tapi Ingin Kuraih Yang Bisa Kutangkap
Asalkan Aku Yakin Mampun Aku Bawa

Aku Tahu Kata Yang Manis Bisa Merayu
Tapi Apakah Artinya Manis Secawan Madu
Kalau Tidak Pernah Kita Merasakan
Kalau Tidak Bisa Aku Mewujudkan

Tidak Banyak Arti Diriku Untuk Dinilai
Jika Dalam Banyaknya Kata Dan Waktu
Aku Memaknai Cinta Dengan Imajinasi
Jika Tak Berarti Bila Aku Ada Atau Berlalu

Hari Ini Aku Bisa Bilang Sayang Padanya
Mestinya Aku Harus Bersatu Dengan Dia
Bilapun Ada Jarak Yang Memberikan Sela
Bisakah Dia Berdo’a Untukku Tanpa Diminta

Aku Tak Ingin Dia Pertanyakan Setiaku
Kuingin Ketenangan Hatinya Dalam Langkahku
Hingga Kemanapun Bayangku Jauh Pergi
Seakan Ada Jalinan Kuat Yang Terikat Tali

Biarlah Semakin Panjang Perjalananku
Semakin Panjang Pula Tali Yang Terulur
Dengan Sendirinya Makin Berat Langkahku
Beratnya Tali Menjadi Rindu Yang Terukur

Hingga Memang Aku Tak Bisa Menjauh
Karena Kami Memegang Erat Talinya Hati
Dan Tiap Saat Dia Panggil Hati Yang Separuh
Kembalilah Pulang Didalam Rumahnya Hati

Aku Ingin Dia Percaya Bahwa Aku Tulus
Tanpa Menghitung Berapa Yang Kutebus
Karena Aku Bilang Tulus Cuma Satu Arti
Dalam Kesadaran Hati Bukan Mendustai

Hingga Bila Suatu Saat Ada Tali Yang Putus
Harus Ada Kerelaan Hati Yang Memang Tulus
Sebab Tidak Ada Yang Merasa Telah Didustai
Lebih Mudah Melepas Tali Yang Diikat Sendiri

Karena Tali Diikat Sesuai Keinginan
Meski Berakhirnya Tak Sesuai Harapan
Minimal Kita Menerima Cinta “Apa Adanya”
Melepaskannya Juga Harus “Apa Adanya”

By : Adji

0 komentar:

Posting Komentar