Memang Ini Bukan Cuma Sekilas
Ternyata Ini Tidak Hanya Sepintas
Setelah Telaga Cinta Kita Terisi Air
Terus Saja Ada Rasa Yang Mengalir
Memang Aku Tak Kuasa
Membunuh Sepasang Ikan Disana
Memang Aku Tak Bisa
Memisahkan Sepasang Teratai Disana
Sepasang Ikan Itu Menjadi Saksi
Telaga Cinta Masih Terjaga Untukmu
Sepasang Teratai Itu Menjadi Bukti
Telaga Cinta Masih Setia Menunggu
Aku Takut Ikan Itu Punya Keturunan
Aku Takut Teratai Itu Punya Anakan
Sebab Tak Ada Engkau Tuk Menyaksikan
Harapan Cinta Kita Yang Jadi Kenyataan
Memang Airnya Pernah Jadi Keruh
Ketika Aku Memang Sedang Rapuh
Kala Itu Engkau Pun Merasa T’lah Jatuh
Hingga Engkau Pergi Untuk Menjauh
Memang Telaga Cinta Kita Tak Berpagar
Yang Menghalau Rindu Yang Terpancar
Tapi Akibatnya Tak Ada Yang Menahan
Meskipun Engkau Pergi Perlahan – Lahan
Aku Tahu Langkah Pergimu Memang Berat
Setengah Hatimu Ada Janji Yang Melekat
Yang Kau Ucap Saat Melepaskan Ikan
Seluruh Isi Hatimu Engkau Serahkan
Itulah Yang Kupinta Jika Cintaku Diterima
Lepaskanlah Ikan Ini Atas Nama Cinta Kita
Dan Aku Tambahkan Teratai Untuk Menjaga
Tempat Berteduhnya Ikan Dari Segala Cuaca
Tinggal Aku Sendiri Menyaksikan Telaga Ini
Bagaimana Ikan Yang Masih Terus Saja Menari
Dan Teratai Yang Ditiup Angin Kesana Kemari
Juga Gemercik Air Pancuran Yang Menyanyi
Kemanakah Kau Kekasih Yang Aku Cintai
Kuingin Suasana Damai Hatimu Kutemani
Duduk Dan Bersandarlah Disampingku
Bersamaku Di Telaga Cinta Yang Syahdu
Bila Perlu Kutanam Barisan Bunga Ditepiannya
Supaya Ada Sekumpulan Kupu – Kupu Diatasnya
Tempat Anak Kita Berlari Dan Bermain Gembira
Menangkap Kupu – Kupu Yang Selalu Dikejarnya
Itu Adalah Harapan Yang Tak Sempat Kubilang
Karena Sekian Perasaan Yang Sudah Terbuang
Aku Tak Menyangka Khilafku Berakibat Buruk
Hatimu Yang Lembut Dan Peka Jadi Tertusuk
Semoga Engkau Pergi Hanya Untuk Sementara . . .
By : Adji

0 komentar:
Posting Komentar