Senin, 08 Juni 2009

TELAGA CINTA

Memang Ini Bukan Cuma Sekilas

Ternyata Ini Tidak Hanya Sepintas

Setelah Telaga Cinta Kita Terisi Air

Terus Saja Ada Rasa Yang Mengalir



Memang Aku Tak Kuasa

Membunuh Sepasang Ikan Disana

Memang Aku Tak Bisa

Memisahkan Sepasang Teratai Disana



Sepasang Ikan Itu Menjadi Saksi

Telaga Cinta Masih Terjaga Untukmu

Sepasang Teratai Itu Menjadi Bukti

Telaga Cinta Masih Setia Menunggu



Aku Takut Ikan Itu Punya Keturunan

Aku Takut Teratai Itu Punya Anakan

Sebab Tak Ada Engkau Tuk Menyaksikan

Harapan Cinta Kita Yang Jadi Kenyataan



Memang Airnya Pernah Jadi Keruh

Ketika Aku Memang Sedang Rapuh

Kala Itu Engkau Pun Merasa T’lah Jatuh

Hingga Engkau Pergi Untuk Menjauh



Memang Telaga Cinta Kita Tak Berpagar

Yang Menghalau Rindu Yang Terpancar

Tapi Akibatnya Tak Ada Yang Menahan

Meskipun Engkau Pergi Perlahan – Lahan



Aku Tahu Langkah Pergimu Memang Berat

Setengah Hatimu Ada Janji Yang Melekat

Yang Kau Ucap Saat Melepaskan Ikan

Seluruh Isi Hatimu Engkau Serahkan



Itulah Yang Kupinta Jika Cintaku Diterima

Lepaskanlah Ikan Ini Atas Nama Cinta Kita

Dan Aku Tambahkan Teratai Untuk Menjaga

Tempat Berteduhnya Ikan Dari Segala Cuaca



Tinggal Aku Sendiri Menyaksikan Telaga Ini

Bagaimana Ikan Yang Masih Terus Saja Menari

Dan Teratai Yang Ditiup Angin Kesana Kemari

Juga Gemercik Air Pancuran Yang Menyanyi



Kemanakah Kau Kekasih Yang Aku Cintai

Kuingin Suasana Damai Hatimu Kutemani

Duduk Dan Bersandarlah Disampingku

Bersamaku Di Telaga Cinta Yang Syahdu



Bila Perlu Kutanam Barisan Bunga Ditepiannya

Supaya Ada Sekumpulan Kupu – Kupu Diatasnya

Tempat Anak Kita Berlari Dan Bermain Gembira

Menangkap Kupu – Kupu Yang Selalu Dikejarnya



Itu Adalah Harapan Yang Tak Sempat Kubilang

Karena Sekian Perasaan Yang Sudah Terbuang

Aku Tak Menyangka Khilafku Berakibat Buruk

Hatimu Yang Lembut Dan Peka Jadi Tertusuk



Semoga Engkau Pergi Hanya Untuk Sementara . . .



By : Adji

0 komentar:

Posting Komentar