Senin, 18 Mei 2009

AKU MASIH MILIK-NYA

Aku Sudah Mencurahkan Puisi

Aku Telah Memecahkan Misteri

Tentang Apa Yang Aku Nikmati

Sambil Memilah Yang Diberkahi



Tak Cukup Tenang Aku Memberi

Ku Tahu Tangan Diatas Lebih Mulia

Tak Cukup Senang Aku Menyanyi

Melantukan Dzikir Didalam Irama



Pernah Juga Kutaksir Beberapa Mimpi

Dan Kadang Kunaksir Beberapa Bidadari

Memahami Nikmat Yang Dipesan Di Peraduan

Memahami Nikmat Yang Aku Buru Di Peraduan



Ternyata Ada Kisi – Kisi Hati Yang Tertepis

Didalam Misi – Misi Ayat Yang Tertulis

Tak Semua Keingian Diri Ini Harus Kurilis

Harus Ada Belahan Hati Yang Rela Aku Iris



Demi Sebuah Pengorbanan Diri Terdalam

Untuk Bukti Iman Yang Pernah Tertanam

Keinginan Hati Yang Nikmat Tapi Mengancam

Bisa Mengaburkan Akal Yang Seakan Buram



Aku Harus Berani Curhat Kepada Alam

Yang Kadang Membawa Nyanyian Kalam

Desiran Angin Di Shubuh Dan Petang

Mengipas – Ngipas Pesan Saat Melayang



Sembari Kuterjemahkan Lantunan Adzan

Benarkah Sujudku Kali Ini Jadi Tanda – Tanda

Harus Kukembalikan Rasa Ingin Pelan – Pelan

Dan Menggemakan Dzikir Hingga Ke Jendela



Apa Yang Terlihat Bergejolak Di Luar Sana

Pergulatan Antara Angin Dan Dedaunan

Dan Antara Semua Makhluk - Makhluk Dunia

Seiapa Yang Membuat Gejolak Itu Berayunan



Begitupula Gejolak Hatiku Didalam Dada

Ibarat Gelombang Air Didalam Periuk

Ada Benturan Keinginan Yang Aku Punya

Harus Kualirkan Lewat Jalur Yang Sejuk



Memang Keinginan Ini Aku Yang Punya

Tapi Hati Ini Sebenarnya Milik Siapa

Dia-lah Yang Membuat Hatiku Punya Rasa

Biar Aku Bisa Menangkap Kasih Sayang-Nya



Bahkan Semua Keinginanku Juga Milik-Nya

Apa Saja Yang Ingin Kurasakan Dalam Dunia

Semua Adalah Karena Dia Menciptakan-Nya

Pantas Kuberkorban Karena Aku Masih Milik-Nya



By : Adji

0 komentar:

Posting Komentar