Aku Sudah Mencurahkan Puisi
Aku Telah Memecahkan Misteri
Tentang Apa Yang Aku Nikmati
Sambil Memilah Yang Diberkahi
Tak Cukup Tenang Aku Memberi
Ku Tahu Tangan Diatas Lebih Mulia
Tak Cukup Senang Aku Menyanyi
Melantukan Dzikir Didalam Irama
Pernah Juga Kutaksir Beberapa Mimpi
Dan Kadang Kunaksir Beberapa Bidadari
Memahami Nikmat Yang Dipesan Di Peraduan
Memahami Nikmat Yang Aku Buru Di Peraduan
Ternyata Ada Kisi – Kisi Hati Yang Tertepis
Didalam Misi – Misi Ayat Yang Tertulis
Tak Semua Keingian Diri Ini Harus Kurilis
Harus Ada Belahan Hati Yang Rela Aku Iris
Demi Sebuah Pengorbanan Diri Terdalam
Untuk Bukti Iman Yang Pernah Tertanam
Keinginan Hati Yang Nikmat Tapi Mengancam
Bisa Mengaburkan Akal Yang Seakan Buram
Aku Harus Berani Curhat Kepada Alam
Yang Kadang Membawa Nyanyian Kalam
Desiran Angin Di Shubuh Dan Petang
Mengipas – Ngipas Pesan Saat Melayang
Sembari Kuterjemahkan Lantunan Adzan
Benarkah Sujudku Kali Ini Jadi Tanda – Tanda
Harus Kukembalikan Rasa Ingin Pelan – Pelan
Dan Menggemakan Dzikir Hingga Ke Jendela
Apa Yang Terlihat Bergejolak Di Luar Sana
Pergulatan Antara Angin Dan Dedaunan
Dan Antara Semua Makhluk - Makhluk Dunia
Seiapa Yang Membuat Gejolak Itu Berayunan
Begitupula Gejolak Hatiku Didalam Dada
Ibarat Gelombang Air Didalam Periuk
Ada Benturan Keinginan Yang Aku Punya
Harus Kualirkan Lewat Jalur Yang Sejuk
Memang Keinginan Ini Aku Yang Punya
Tapi Hati Ini Sebenarnya Milik Siapa
Dia-lah Yang Membuat Hatiku Punya Rasa
Biar Aku Bisa Menangkap Kasih Sayang-Nya
Bahkan Semua Keinginanku Juga Milik-Nya
Apa Saja Yang Ingin Kurasakan Dalam Dunia
Semua Adalah Karena Dia Menciptakan-Nya
Pantas Kuberkorban Karena Aku Masih Milik-Nya
By : Adji

0 komentar:
Posting Komentar