Sabtu, 28 Maret 2009

MUSTIKA PERAWAN

Kata Orang Wanita Laksana Cermin
Sekali Pecah Habislah Segalanya
Tapi Apalah Artinya Sebuah Cermin
Bila Yang Dicintainya Enggan Berkaca

Kata Orang Perempuan Seperti Telur
Sekali Pecah Segalanya Hancur
Tapi Apalah Artinya Sebuah Telur
Bila Yang Dikasihinya Enggan Bersyukur

Sebelum Cermin Itu Pecah
Apa Salahnya Dibingkai Yang Indah
Sebelum Telur Itu Menetas
Apa Salahnya Dierami Yang Pantas

Dibingkai Untuk Melindunginya
Dierami Untuk Mendewasakannya
Dia Perlu Dorongan Kekuatan
Dia Perlu Dukungan Pikiran

Dirinya Mudah Pecah Seperti Cermin
Dirinya Mudah Hancur Seperti Telur
Begitu Pula Hatinya Yang Tercermin
Dalam Sorot Mata Hatinya Tersalur

Cermin Itu Bertanda Dirinya Yang Suci
Telur Itu Bermaksud Dirinya Yang Utuh
Bahwa Dia Memang Harus Dilidungi
Sebisa Mungkin Jangan Sampai Disentuh

Tetapi Cinta Yang Dijanjikan Padanya
Tetapi Rayuan Yang Dibisikkan Padanya
Selalu Menjadi Pemecah Pertahanannya
Sebab Beriring Dengan Pengorbanannya

Ketika Dia Dikorbankan Oleh Rayuan
Ketika Dia Ditumbalkan Oleh Bisikan
Cermin Itu Seperti Berkabut Hitam
Telur Itu Seperti Berselimut Kelam

Ketika Sang Kekasih Malah Berpaling
Seketika Dia Hancur Berkeping – Keping
Ketika Sang Pangeran Lari Dan Pergi
Seketika Dia Pecah Terbagi – Bagi

Memang Orang Yang Dicintainya
Harus Berkaca Untuk Bercermin Diri
Memang Orang Yang Dikasihinya
Harus Bersyukur Untuk Menginsyafi Diri

Peranggainya Tercermin Buruk Bagi Si Wanita
Begitu Yang Diterima Dari Si Wanita
Kalau Dia Melindungi Dan Mensyukurinya
Begitu Wanita Menjaganya Sampai Dalam Do'anya

By : Adji

0 komentar:

Posting Komentar