Sabtu, 28 Maret 2009

MENDUNG BERHUJAN AIR MATA

( Untuk Perang Israel - Palestina )

Berlarinya Sang Putra Kesayangan
Bukan Lagi Karena Permainan
Dipeluknya Sang Putri Tercinta
Bukan Lagi Dalam Buaian Tidurnya

Berkumpul Lengkap Sanak Saudara
Bukan Merayakan Hari Bahagia
Bepergian Lengkap Sekeluarga
Bukan Merayakan Libur Bersama

Langit Biru Menjadi Mendung
Hanya Mencurahkan Air Mata
Jadinya Hujan Tanpa Berpayung
Sebab Hujan Bukan Air Sebenarnya

Ada deru peluru diujung kota
Ada haru kalbu diujung rasa
Meski seribu nista terkubur dosa
Akhirnya sia – sia dan tak berguna

Ego dan kuasa disampingan senjata
Membenteng angkara bermuka dua
Merasa benar berpikir logika
Hatinya mati tanpa berasa

Apa bedanya kalah jadi debu
Kalau memang hanya jadi arang
Apa bedanya merasa benar dan bersatu
Kalau diraih hanya dalam perang

Bahwa hati manusia masih bisa bicara
Bahwa bukti nyata dimana – mana mencela
Ternyata suara hatinya tertutup letusan senjata
Pandangan mata hanya terfokus kearah tembaknya

Satu nyawa dalam hitungan peluru
Bukan satu berkah tembakan jitu
Ada satu dosa kau ukir jadi batu
Membebani saat dirimu mati kaku

Bila saja manusia bisa menginsyafi
Ketiadaan menuntut keberadaan diri
Apa yang t’lah kau perbuat semenjak ada
Itulah yang kau dapat kala t’lah tiada

Tegakah bayi mungilmu ditimang tangisan ibu
Tegakah merpati kecilmu diserang ribuan peluru
Hanya karena membunuh rasa takutmu
Akan kuasa yang luntur dalam genggammu

Mungkin satu perang yang harus dipahami
Memerangi hawa nafsu dan ego pribadi
Ketika lebar dunia tak selebar hati
Didalam istana kau tersiksa dan mati

Cobalah tengadah ke atas sana
Lihatlah siapa yang setia dibalik purnama
Ada kasih-Nya antara siang dan malam
Ada cinta-Nya yang tak luntur terang dan kelam

Runtuhkan egomu dibalik sajadah kusutmu
Luluhkan hatimu dibutiran tasbih kecilmu
Angkat tanganmu mengharap hadir-Nya
Angkat jiwamu menghadap kasih-Nya

Untuk Perang Israel dan Palestina
Bila tak kuasa juang bak gayung besambut
Cukupkan kita memanjatkan do’a
Ampuni yang tak bedosa kala nyawa dicabut

Sungguh Adil-Mu takkan memihak
Sungguh Kuasa-Mu takkan tertebak
Karena Besar-Mu bisa berkehendak
Penguasa akhir yang tak berjamak

Oleh : Adji

0 komentar:

Posting Komentar