March 19-21, 2001 Catatan Editor: Ini adalah bagian keempat dari empat bagian ceramah yang dibawakan di Lancaster Bible College bulan March, 2001, untuk Staley Bible Lectureship. Dr. Wallace bersedia sebagai pembicara seminar mengenai “Sejarah Alkitab Bahasa Inggris.” Jika gereja anda tertarik, hubungi dia di email untuk detailnya.
Kata Pengantar: Dua Periode Besar Penerjemahan Alkitab
Ada dua periode besar penerjemahan Alkitab dalam
sejarah—abad keenambelas dan abad keduapuluh. Dalam berbagai hal, ada
gambaran kecil. Masing-masing dimulai dengan suatu terjemahan tertentu
yang diikuti banyak generasi. Terjemahan Tyndale menjadi acuan bagi
hampir seluruh terjemahan Alkitab diabad ke 16; RV membentuk pola bagi
sebagian besar terjemahan modern.
Didalam abad keenambelas, perhatian utama dalam penerjemahan Alkitab adalah keindahan; diabad keduapuluh, kebenaran. Tidak ada satu terjemahan yang bisa menangkap seluruh maksud teks aslinya.
Tidak hanya itu, tapi tidak ada satupun terjemahan
Alkitab yang dihasilkan dalam suatu keadaan vakum. Ada kelompok politik
dan agama dibelakang layar yang mendorong dihasilkannya terjemahan.
Inilah alasan tidak ada jawaban sederhana dari pertanyaan, “Terjemahan apa yang terbaik
sekarang ini?” Tidak ada terjemahan yang bisa menangkap keseluruhan
maksud dari teks asli. Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah
memiliki beberapa bentuk terjemahan. Anda mungkin perlu satu
untuk mempelajarinya dengan serius, satu terjemahan lagi untuk bacaan
biasa, dan satu lagi untuk menghafal. Tapi jangan menumpulkan pikiran
anda dengan berpikir satu terjemahan saja sudah cukup. Klaim itu hanya bisa dibuat bagi Alkitab Yunani dan Ibrani.
Sekarang ini, kita akan membahas berbagai bentuk
terjemahan, dengan harapan anda bisa mengerti nature dari beberapa
terjemahan Alkitab yang popular sekarang ini.
A. Era Akurasi (atau ‘formal equivalence’) (1881-1971)
1. Revised Version (1881, 1885)
Seperti yang kita ketahui kemarin, saat RV muncul,
terjemahan ini dimaksudkan sebagai revisi KJV. Terjemahan ini bahkan
dikatakan sebagai “the triumph of King Truth over King James /
kemenangan Raja Kebenaran atas Raja James.” Tapi para sarjana yang
menerjemahkannya jauh lebih tertarik pada terjemahan secara literal daripada keindahan.
Disamping ketajaman terjemahan baru ini, sebagian besar orang—termasuk pelayan—tetap memilih King James.
2. American Standard Version (1901)
- RV pada intinya adalah usaha Inggris, tapi ada beberapa orang Amerika yang turut serta menerjemahkan. Melalui persetujuan kontrak, orang Amerika berjanji tidak akan menerbitkan terjemahan mereka sampai RV dilepas kepasar setidaknya dalam kurun empat belas tahun. Ini dimaksudkan untuk memberi waktu kepada RV berakar dan menggantikan tempat KJ. Pada saat 14 tahun berlalu atau 140 tahun tetap tidak bisa menggantikan tempat AV.
- ASV memiliki bahasa Inggris yang lebih baik daripada RV. Tapi masih terasa kaku. Terjemahan ini merupakan terjemahan paling literal yang pernah dilakukan dalam bahasa Inggris tapi bisa dikatakan diloloskan bahasanya.
- Seperti RV, terjemahan ini merupakan revisi dari KJ—revisi keenam.
- ASV dikenal lebih superior daripada RV. Terjemahan ini menjadi Alkitab pelajaran, walau sekarang dikalahkan oleh penemuan baru.
3. Revised Standard Version (1946, 1952)
Hampir limapuluh tahun lewat sebelum terjemahan
utama berikutnya selesai. Gaya bahasa ASV yang miskin membuat
International Council of Religious Education merekomendasikan suatu
revisi. Pekerjaan ini dimulai tahun 1937 dan komite terdiri dari 32
sarjana berusaha membuat RSV memiliki kualitas KJV yang membuatnya
begitu hebat.
RSV adalah hasil kesarjanaan Amerika. Terjemahan ini memiliki semangat seperti KJV, dan harus dianggap sebagai revisi ketujuh dari KJV.
Pada hari pertama peluncurannya—September 30, 1952—terjemahan ini terjual satu juta
kopi. Sebagian besar gereja di Amerika, mengambilnya sebagai pengganti
AV. Terjemahan ini tetap menjadi terjemahan yang paling popular yang
pernah dibuat. Terjemahan ini sangat kuat dalam kesederhanaan dan
kejelasannya. Sarjana PB konservatif, F. F. Bruce, memberinya pujian
yang tinggi:
… bagi dunia berbahasa Inggris secara keseluruhan tidak
ada terjemahan versi modern yang begitu dekat pengertiannya daripada
R.S.V. berhasil menjaga apa yang dilakukan A.V bertahun-tahun lamanya.1
Tapi tidak semua orang suka dengan RSV. Faktanya terjemahan ini merupakan terjemahan Inggris yang paling dibenci sepanjang sejarah.
Setengah dari abad ke 20 terdapat dua terjemahan
utama—ASV dan RSV. Tapi setengah abad berikutnya dari abad 20 terlihat
berbagai macam terjemahan baru. Mengapa berubah? Apa katalis yang
menimbulkan versi-versi baru ini? RSV jawabnya—pada dasarnya semua ini
terjadi sebagai respon negatif terhadap RSV.
Sekali lagi, kita tidak bisa mengerti terjemahan
Alkitab tanpa meletakannya dalam konteks sejarahnya. Saat RSV
dihasilkan, ada suatu suasana politik dan keagamaan yang berbeda.
Didepan kelompok agama, terdapat kontroversi fundamentalis-modernis. Ini
mencapai puncaknya ditahun 1925 Scopes Monkey trial saat seorang guru
biologi SMA diadili di Tennessee karena mengajar evolusi Darwin dalam
kelas!
Dikelompok politik, setelah PD II Perang Dingin
dengan Komunis dimulai. Masa ini Senator McCarthy mencium komunis ada
disegala sisi kehidupan.
Seharusnya kita tidak terkejut kalau serangan
terkuat terhadap RSV datang dari kelompok agama dan kelompok politik
yang konservatif.
Senator McCarthy mengutuk terjemahan baru ini
sebagai propaganda komunis. Dasar kutukannya adalah RSV menggunakan kata
“comrade” dalam tiga ayat. Karena komunis merujuk dirinya dengan kata
“comrades,” McCarthy menyimpulkan RSV merupakan hasil dari plot komunis!
Hal yang luar biasa adalah dia berhasil meyakinkan
beberapa anggota militer dengan logikanya. RSV dilarang penggunaannya
dalam Angkatan Udara untuk beberapa tahun.
Tapi kritik paling dalam terhadap RSV datang dari
fundamentalis agama. RSV disponsori oleh National Council of Churches.
Kelompok besar ini meliputi berbagai denominasi, tapi hanya sedikit
gereja fundamentalis yang ada didalamnya. Komitmen doctrinal dari NCC
adalah ada beberapa modernis didalam RSV. Jadi, saat RSV muncul, ada
kecurigaan dipihak fundamentalis.
Mereka tidak perlu melihat terlalu jauh untuk menemukan dasar kecurigaan mereka. Isaiah 7.14 menjadi
cambuk yang meluncurkan serangan kritik mereka. Didalam KJV ayat ini
berbunyi, “Therefore the Lord himself shall give you a sign; Behold, a virgin shall conceive, and bear a son, and shall call his name Immanuel.” Bagian terkenal ini dikutip dalam Matthew 1.23 disini Matius menggunakannya sebagai bukti kelahiran Kristus dari seorang anak dara.
Didalam RSV, Isaiah 7.14 sedikit berbeda: “Therefore the Lord himself will give you a sign. Behold, a young woman shall conceive and bear a son, and shall call his name Immanuel.”
Reaksi langsung terjadi. Berbagai pamflet bermunculan dengan judul The
Bible of Antichrist, The New Blasphemous Bible, and Whose Unclean
Fingers Have Been Tampering With the Holy Bible—God’s Pure, Infallible,
Verbally Inspired Word?
Beberapa pengkothbah fundamentalis membakar RSV
dimuka umum. Salah satu dari mereka mengambil obor didepan jemaatnya dan
berusaha membakarnya. Saat dia kesulitan membakarnya, dia mengatakan
buku ini seperti setan karena sulit sekali dibakar!
Seorang pengkhotbah lain mengirimkan abu RSV kepada editor seniornya.
1983—Saya mendapat kesempatan mengunjungi Dr. Bruce
Metzger dari Princeton Seminary. … Saat disana, dia menunjukan kepada
saya sekumpulan abu. Saya tidak tahu apa yang terbakar, tapi pada
awalnya saya pikir ini merupakan hal aneh untuk ditunjukan kepada tamu.
Dia berkata, “Ini adalah abu dari Alkitab Revised Standard Version.” Dr.
Metzger mendapat abu ini dari editor senior sebelumya. Dia berkata,
“Saya bersyukur menjadi seorang penerjemah Alkitab diabad keduapuluh.
Masa kini, mereka hanya membakar terjemahan daripada membakar
penerjemahnya!” Tapi dengan cepat dia menambahkan hal ini merupakan
sesuatu yang memalukan, memperlakukan Firman Tuhan seperti ini.
Isaiah 7.14
dalam RSV menjadi ayat paling membelah dalam penerjemahan abad
keduapuluh. Teks ini menjadi pertanyaan bagi ortodoksi. Kata Ibrani yang
diterjemahkan RSV sebagai ‘young woman’ dan yang diterjemahkan KJV
sebagai virgin adalah kata ALMAH. Perdebatan yang muncul begitu hebat dalam gereja-gereja diseluruh Amerika sehingga seorang pengamat mencatat kata ALMAH telah menjadi kata Ibrani yang paling dikenal dalam negeri!
Reaksi kalangan konservatif terhadap penerjemahan RSV terhadap satu kata ini melahirkan NASB, NIV, dan berbagai terjemahan lainnya.
Tapi sama seperti reaksi terhadap semua
terjemahan Alkitab yang baru, kritik sering didorong oleh emosi bukannya
bukti. Ingat perkataan seorang sarjana konservatif abad 19, Henry
Alford: “seorang penerjemah Kitab Kudus seharusnya … siap mengorbankan
teks terpilih, dan bukti doktrin terjelas, jika tidak diyakininya
sebagai kesaksian bagi Tuhan.”
Hal inilah yang dilakukan para penerjemah RSV. Kata Ibrani almah memang memiliki arti ‘young woman’; kata ini tidak memiliki arti ‘virgin.’ Tapi saat diletakan dalam Matt 1.23, yang dikutip dari Isa 7.14, para penerjemah RSV menerjemahkannya ‘virgin’ karena inilah arti dari kata ini dalam bahasa Yunani. Mereka tidak menolak kelahiran Kristus dari seorang dara; mereka hanya jujur terhadap teks Yunani dan Ibraninya.
Tapi, tidak semua sarjana konservatif melihat hal ini.
4. New American Standard Bible (1963, 1971; revised 1995)
Reaksi utama terhadap RSV adalah NASB. Terjemahan
ini dihasilkan oleh Lockman Foundation di La Habra, CA—suatu organisasi
yang secara teologis konservatif. Nama-nama penerjemahnya dirahasiakan.
Tapi sebagian besar, atau memang seluruhnya, dari para profesor Talbot
dan Dallas Seminary.
- Revisi dari ASV, bukannya RSV.
- Terjemahan Literal, sangat popular diantara pastor konservatif, tapi tidak popular dijemaat. Lebih literal daripada RSV, tapi kurang bisa dibaca. Sebagian besar adalah bahasa Yunani yang dipakaikan jubah bahasa Inggris.
- “Jika R.S.V. tidak pernah muncul, revisi terhadap A.S.V. menjadi karya yang lebih bernilai. Ada beberapa hal yang dilakukan N.A.S.B. lebih baik daripada R.S.V.”2
- Salah satunya adalah merupakan Alkitab pelajaran yang lebih baik daripada RSV.
- Tapi tetap memiliki bentuk klasik—bentuk yang bisa ditelusuri akarnya dalam Geneva Bible—seperti menginden setiap ayat dan menggunakan italics untuk kata-kata yang tidak ada dalam teks aslinya.
- Terkadang, para penerjemahnya terlalu kaku dalam mengerti Yunani dan Ibraninya. Sebagai contoh, mereka sering menerjemahkan kata Greek perfect seperti English perfect. Tapi keduanya tidak memiliki arti yang sama. The Greek perfect seharusnya lebih sering diterjemahkan sebagai suatu present tense dalam bahasa Inggris. Didalam Eph 2.8, sebagai contoh, KJV menerjemahkan ‘for by grace ye are saved’ sedangkan NASB ‘for by grace you have been saved.’ Tapi ‘you have been saved’ didalam bahasa Inggris tidak menawarkan penghiburan dimasa ini karena tidak mengatakan apapun tentang kontinuasi keselamatan. Greek perfect sebenarnya memiliki kedua kekuatan itu: anda telah diselamatkan dimasa lalu dan tetap terus diselamatkan. Dalam hal ini para penerjemah KJV lebih baik daripada NASB karena mereka lebih mengerti bahasa Inggris daripada para penerjemah NASB. Lebih jauh, salah satu professors saya, S. Lewis Johnson, pernah berkomentar dalam kelas kalau NASB salah dalam beberapa ayat didalam Wahyu. Saya tidak ingat yang mana. Tapi dia meneruskan, “Ini dikarenakan orang yang menerjemahkan Wahyu sedang tidur dikelas saat saya mengajarkan dia teks ini!” Dr. Johnson ada dibelakang sebagian besar penerjemahan PB NASB tanpa ingin dikenal.
B. The Era of Readability (atau ‘functional equivalence’) (1970-1998)
Bahkan sebelum NASB muncul, sudah ada kegelisahan
tentang masa depan penerjemahan. Di Inggris Raya, karena respon merusak
terhadap RV, para sarjana Alkitab memutuskan mereka tidak bisa lagi
mengikuti KJV. Sesuatu yang sama sekali baru perlu dilakukan.
Di Amerika, juga ada reaksi yang sama terhadap RSV—karena Isa 7.14 dan karena gaya terjemahan RSV.
NEB dan NIV lahir akibat hal diatas. Apa yang menandai terjemahan ini adalah keduanya adalah terjemahan utama pertama
yang dilakukan oleh Protestan yang merupakan karya yang sama sekali
baru. Keduanya bukan dari terjemahan Tyndale—atau garis keturunan King
James. Keduanya juga tidak literal atau terjemahan yang berbentuk formal
equivalent. Keduanya mewakili suatu pemikiran baru terhadap
penerjemahan Alkitab.
Pemikiran lama mengatakan semua penerjemahan perlu se-literal mungkin, atau kata demi kata. Hal ini disebut dengan formal equivalent.
Tapi bentuk penerjemahan ini tidak selalu mungkin dilakukan. Idiom
adalah bahasa yang tidak bisa selalu diubah kedalam bentuk sebenarnya.
Contoh, ekspresi Yunani bagi wanita yang hamil jika secara literal diterjemahkan, “she is having it in the belly.” Saat PL berbicara mengenai murka Allah terjemahannya, “God’s nostrils are enlarged.”
Lebih jauh, masalah utama bentuk terjemahan formal
equivalence adalah walau bisa diterima ditingkat kognitif, sering gagal
pada tingkat emosi. Tujuan penerjemah tidak hanya menghasilkan kembali pesan asli, tapi juga menghasilkan kembali dampak pesan asli. Ini membutuhkan pendekatan lain.
Pemikiran penerjemahan yang baru adalah dynamic equivalence. Ini lebih kepada penerjemahan frasa demi frasa. Lebih merupakan suatu interpretasi.
1. New English Bible (1970; revised 1989)
Alkitab berbahasa Inggris pertama yang sama sekali
baru sejak terjemahan Tyndale adalah NEB. Terjemahan ini dihasilkan
ditahun 1946, tapi selesai ditahun 1970. Diselesaikan oleh para sarjana
Inggris; mungkin merupakan reaksi berlebihan atas kegagalan RV.
Tapi, terjemahan ini sangat menyegarkan dan bisa
dibaca. Ini merupakan terjemahan yang paling indah diabad ke 20 dan
diberbagai tempat memiliki bagian yang menggerakan perasaan serta kuat.
Profesor PB yang ternama dari Cambridge, C. H. Dodd,
adalah project director - nya. Dodd memiliki pikiran yang hebat. Dia
menghafal seluruh PB—dalam bahasa Yunani! Dia tahu beberapa bahasa, kuno
dan modern. Keahliannya dalam bahasa Yunani dan Inggris di abad 20
mungkin setara dengan Tyndale diabad 16.
Dua contoh:
Luke 11.48—Mengenai
Yesus menegur keras para pemimpin agama, bagian dalam bahasa Yunaninya
dengan indah diartikan. Tapi banyak penerjemah menjadikannya terlalu
kaku. The KJV: “Truly ye bear witness that ye allow the deeds of your fathers: for they indeed killed them, and ye build their sepulchres.”
NEB: “and so [you] testify that you approve of the deeds your fathers did; they committed the murders and you provide the monuments.” Ini merupakan terjemahan yang paling dekat dengan aslinya dalam segala segi yang pernah saya temukan.
John 1.1—Pada
umumnya semua terjemahan mengikuti KJV, yang mengikuti Tyndale: “In the
beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was
God.”
NEB sangat berani keluar dari tradisi
pengkalimatannya: “In the beginning the Word already was. The Word was
in God’s presence, and what God was, the Word was.” Walaupun ini
tidak se-literal pengkalimatan tradisional, terjemahan ini lebih setia
pada arti aslinya. Yohanes tidak bermaksud mengatakan Firman itu
merupakan pribadi yang sama seperti Tuhan; dia bermaksud mengatakan Firman itu berbagi esensi
yang sama seperti yang Tuhan punya. Didalam bahasa Yunaninya,
pernyataan ini merupakan cara teringkas yang bisa digunakan Yohanes
untuk menegaskan Kristus setara dengan Bapa dan berbeda dari Bapa. NEB
menangkap kebenaran ini lebih baik daripada terjemahan lainnya.
Masalah:
- Bukan Alkitab pelajaran yang baik, karena terlalu bebas dalam pengkalimatannya.
- Kadang, kehilangan tanda arti teks Yunaninya.
2. New International Version (1973, 1978)
Seperti NASB, ini merupakan salah satu reaksi terhadap RSV.
- Walaupun 100 sarjana dari berbagai denominasi dan tiga negara mengerjakannya, sebagian besar adalah usaha Amerika.
- Terjemahan utama Amerika pertama yang bukan dari tradisi KJV.
- Sangat bisa dibaca, tapi tidak elegan.
- Ditahun 1995, melebihi penjualan KJV. Sebagai buku #1 didunia. Lebih dari 100 juta terjual.
Masalah:
- Readability kelihatannya menjadi prioritas tertinggi dari yang lainnya. Menciptakan kalimat yang lebih singkat, tapi kontinuasi pemikirannya sering hilang. Contoh: 1 Peter 5.6-7: “Humble yourselves, therefore, under God’s mighty hand, that he may lift you up in due time. Cast all your anxiety on him because he cares for you.” … [penjelasan ‘cast’ adalah sebuah participle—kata ini menunjukan bagaimana merendahkan diri kita, by casting our cares (melalui memberi tahu masalah kita). Bukan dua pemikiran yang berbeda, tapi sangat berkaitan. Merendahkan diri anda dihadapan Tuhan bukan suatu tindakan negatif; anda melakukan itu secara positif dengan memberi tahu Dia masalah anda!
- 100 sarjana mengerjakannya—terlalu banyak. Tidak semua masuk kualifikasi. Saya tidak tahu bagaimana pendapat mereka diukur, tapi sebagian besar sarjana ini melakukannya dengan pemungutan suara. Maksudnya, jika ini dilakukan dengan proses demokrasi, penerjemahannya sering lebih tidak disukai sebagian daripada disukai. Demokrasi adalah suatu peningkatan elegansi, menukar literature agung dengan mundane clarity.
- Begitu bisa dibacanya sehingga tidak memiliki ekspresi yang bisa diingat, tidak ada yang tertinggal dalam pikiran. Ini merupakan masalah serius bagi NIV yang tidak selalu diakui.
C. Terjemahan Formal Equivalent Lain Sejak 1971
1. New King James Bible (1979, 1983)
NKJB adalah terjemahan formal lainnya. Terjemahannya
merupakan pembaharuan besar terhadap KJV, menjadikannya sebagai
terjemahan yang jauh lebih akurat. Tapi ada beberapa masalah dengan
terjemahan ini.
Pertama, terjemahan ini lebih mirip NASB daripada
KJV. Ini artinya keindahan asli KJ dikorbankan. Tapi apa yang kita
dapatkan dari pengorbanan ini? Sesuatu yang tidak didapat dalam RSV atau
NASB.
Kedua, NKJ didasarkan pada teks Yunani yang sama seperti KJ lama!
Tidak ada satupun editornya yang percaya teks Erasmus selalu
diterjemahkan terbalik ke-asli. Faktanya, walaupun mereka cukup simpatik
terhadap teks seperti itu, mereka merasa Textus Receptus dari KJB salah dihampir 2000 bagiannya! Tapi mereka tetap menerjemahkannya.
Tapi, jika ada orang yang ingin mengerti KJB lama, NKJB adalah alat yang paling baik untuk mengertinya.
2. New Revised Standard Version (1989)
Ditahun 1989, RSV hampir berumur 40 tahun. Banyak
perubahan dalam kurun 40 tahun. Salah satunya, beberapa MS yang penting
ditemukan. Hal lainnya, bahasa Inggris telah menjalani perubahan yang
penting.
Didalam Psalm 50.9, RSV menerjemahkan Tuhan berkata, “I will accept no bull
from your house”! Bahasa Inggris tahun 1952 terhadap terjemahan itu
berarti Tuhan tidak menerima korban apapun, termasuk banteng. Tapi
ditahun 1989 “I will accept no bull” memiliki arti yang berbeda. Inilah
waktu untuk merevisi revisinya sekali lagi.
Bahasa Inggris juga mengalami perubahan dalam
beberapa hal. Kata “man” tidak lagi dimengerti sebagai istilah yang
didalamnya termasuk wanita. Seluruh terjemahan lama menggunakan kata “man” dalam pengertian ini; seluruh terjemahan lama adalah gender exclusive. Suatu terjemahan baru diperlukan—terjemahan yang disesuaikan dengan bahasa dizaman itu.
Tidak hanya itu, tapi secara politik tidak tepat
dalam suatu golongan tertentu untuk menggunakan kata “he” saat merujuk
pada suatu kelompok campuran. Jadi apakah karena perubahan bahasa, dalam
pandangan saya, tekanan budaya, NRSV menjadi salah satu terjemahan
Alkitab yang gender-inclusive (peka gender).
Sebagai contoh, didalam John 14.23, terjemahan lama RSV menulis perkataan Yesus sebagai berikut: “If a man
loves me, he will keep my word, and my Father will love him, and we
will come to him and make our home with him.” Masalah terjemahan ini
adalah tidak memasukan wanita dalam bahasa Inggris masa kini. Teks Yunani memasukan wanita—anehnya tidak ada kata Yunani untuk pria dalam ayat ini!
Sekarang, pengkoreksian yang baik untuk ayat ini, “If anyone loves me, he will keep my word, and my Father will love him, and we will come to him and make our home with him.” Terjemahan ini, sebenarnya merupakan perwakilan terbaik dari arti aslinya dalam bahasa Yunani.
Tapi NRSV melihat terjemahannya sebagai gender-exclusive. NRSV mengkalimatkan ayat ini sebagai berikut: “Those who love me will keep my word, and my Father will love them, and we will come to them and make our home with them.”
Permasalahan dengan pengkalimatan ini adalah urutan
yang dihindari secara politis tidak benar, NRSV salah mengartikan
teksnya. Maksud dari bagian ini adalah intimasi Bapa dan Anak bisa dimiliki setiap kita. Melalui penggunaan plural dikeseluruhannya, kedekatan pribadi per pribadi dihilangkan.
Didalam bagian lain artinya diubah secara dramatis. Didalam 1 Tim 3.2, e.g., bukannya mengatakan kalau penatua seharusnya ‘husband of one wife’ NRSV menerjemahkan penatua seharusnya ‘married only once.’ Persyaratan penatua bahwa haruslah seorang pria tidak lagi ditemukan dalam terjemahan.
Sayangnya NRSV terlalu jauh menjaga pengkalimatan
yang gender-inclusive. Tapi, bisa terjadi lebih jauh lagi. Saat NRSV
sedang berproses, salah satu penerjemah dari komite itu mengusulkan agar
Tuhan diterjemahkan sebagai seorang wanita. Jika usulan ini disetujui,
Doa Bapa Kami akan dimulai dengan, “Our Mother who is in heaven”! Amanat Agung: “Baptize them in the name of the Mother, the Son, and the Holy Spirit”!
Dr. Bruce Metzger, yang adalah ketua komite,
mengatasi masalah ini dengan baik. Sekarang, Dr. Metzger adalah seorang
Kristen konservatif, dan seorang yang jenius dalam diplomasi. Dia bisa
menjual potongan es ke orang Eskimo; dia bisa menyuruh anda pergi
keneraka dan membuat anda menantikan perjalanan itu!
Jadi, dia menjawab penerjemah wanita ini: “Ya, saya
kira kita bisa menyebut Tuhan dengan kata ganti wanita … dan kita juga
bisa menyebut iblis dengan kata ganti wanita!” Ini akhir dari diskusi ini.
Secara keseluruhan, NRSV adalah terjemahan yang luar
biasa yang hanya memiliki kelemahan dalam gender-inclusive-nya. Hal ini
tidak hanya mengubah arti teks dibeberapa bagian, tapi juga merupakan
gaya bahasa Inggris yang buruk.
3. Holman Christian Standard Version (2000, 2001?)
Ditahun 1997, sebuah artikel dari Susan Olasky dalam World Magazine
mengejutkan komunitas injili saat mengusulkan agar revisi yang akan
datang dari NIV menjadi gender-inclusive—seperti NRSV. Satu artikel ini
menciptakan keributan besar. Kemungkinan terjemahan Alkitab terpopuler
menjadi gender-inclusive sudah keterlaluan.
Ditahun 1952, seorang wanita lajang (wanita terjemahan dalam Isa 7.14) menjadi penggerak utama penerjemahan Alkitab untuk beberapa decade. Sekarang, 45 tahun kemudian, seluruh kata wanita—wanita sebagai kata ganti—melakukan hal yang sama!
Holman Christian Standard Version, disponsori oleh
SBC, bisa dikatakan menjadi salah satu reaksi terhadap NIV yang tidak
jadi direvisi (ditahun 2001) bahkan saat revisinya belum juga muncul.
Dalam beberapa hal, terjemahan ini mewakili perpecahan komunitas injili.
Kelihatannya terjemahan Alkitab ini sekali lagi menjadi pion politik
dan agama.
Tapi, apapun yang terjadi dibelakangnya, terjemahan
ini merupakan karya yang sangat baik. Saya belum banyak membacanya, tapi
telah cukup melihatnya sehingga mengatakannya baik.
4. English Standard Version (2001)
Kemudian ada English Standard Version. Terjemahan
ini merupakan reaksi kaum injili atas NRSV. Penerbitnya, Crossway Books,
membeli hak terjemahan RSV dan sekarang sedang dalam proses merevisi
RSV agar bisa berbeda dari NRSV. Sebuah tim sarjana sedang dalam proses
mengudate terjemahan tanpa menjadikannya gender-inclusive.
Terjemahan ini dijanjikan menjadi suatu terjemahan yang baik, tahan uji,
sedikit terlalu formal. Terjemahan ini jelas satu keturunan dari KJV.
D. Sebuah Era dengan NET Bible (1998, 2001)
1. Komitmen Aksesbilitas: www.netbible.org
Sebuah era dalam penerjemahan Alkitab dimulai dengan NET Bible. Apa yang unik dari terjemahan ini adalah bukan sebuah reaksi terhadap RSV, NIV, atau NRSV! Dan bukan
dari tradisi terjemahan King James, sehingga membuat New English
Translation menjadi terjemahan utama baru pertama diperempat abad ini.
Saya ingin sekali memberitahu anda beberapa hal
tentang terjemahan ini, tapi kita tidak cukup waktu. Jadi saya akan
memberitahu tiga hal terpenting mengenai NET Bible.
Pertama, saya akan memberi anda alamat
websitenya—“netbible.org.” Alkitab ini gratis diinternet—dan akan
selamanya gratis. Anda tidak hanya bisa mendownload dan mencetaknya,
tapi juga membacanya di website ini.
Kita ada dalam situasi dimana pastor menggunakan
berbagai macam terjemahan dari jemaat mereka. Para pastor, terutama
pastor injili, cenderung memilih terjemahan yang lebih formal equivalent
seperti RSV atau NASB. Tapi orang awam cenderung memilih terjemahan
yang lebih bisa dimengerti, terutama NIV. Hal ini sama dengan situasi
yang memunculkan KJV: Bishops dan Geneva. Kami ingin menjembatani jurang
ini dengan NET Bible. Beberapa gereja telah mengadopsi NET Bible
sebagai terjemahan resminya. Doa kami agar orang lain mengikuti dan
jurang antara mimbar dan jemaat terjembatani.
2. Prinsip Terjemahan
Kedua, kita telah menelusuri sejarah Alkitab bahasa
Inggris dalam tiga periode utama: the period of elegance, the period of
accuracy,dan the period of readability.
NET Bible adalah terjemahan pertama yang berusaha
memenuhi seluruh era—accurate, readable, dan elegant. Tapi sejujurnya,
ketiga hal itu sering bertentangan. Tapi, inilah keinginan para editor
agar terjemahan ini bisa seakurat mungkin dalam terjemahan formal
equivalent, mudah dimengerti dalam terjemahan yang dynamic equivalent,
dan lebih elegan dari keduanya.
Pertama:
- Terjemahan pertama yang di tes dulu sebelum peluncurannya. Dan prosesnya terbuka bagi semua orang. Anda bisa melakukannya dalam komentar dan usulan. 100,000 orang telah melakukannya, mengirim usulan dan komentar.
- Terjemahan injili pertama yang menerjemahkan Isa 7.14 dengan ‘young woman.’
- Terjemahan modern konservatif pertama yang memasukan Apocrypha.
- Para penerjemahnya dipilih karena mengajar seluruh kitab dalam bahasa aslinya.
3. Sebuah Alkitab Pelajaran Sejati
Ketiga, NET Bible memiliki lebih banyak catatan dari
Alkitab manapun dalam sejarah. Kira-kira ada lebih dari 60,000 catatan
secara keseluruhan. Chuck Swindoll, President of Dallas Seminary
berkomentar terhadap catatan-catatan ini:
“Ada banyak hal indah yang bisa saya katakan mengenai
NET Bible, tapi yang terpenting adalah: NET Bible adalah Alkitab yang
bisa anda andalkan. Terjemahannya jelas, akurat, dan kuat.
Catatan-catatannya, indah sekali! Mereka membawa orang awam kedalam
pengertian kesarjanaan dan diskusi yang sampai saat ini hanya bisa
diakses oleh mereka yang telah dilatih dalam bahasa asli Alkitab. Jika
anda serius ingin mempelajari Alkitab, dapatkan satu NET Bible.”
Sampai disini yang bisa saya katakan tentang NET Bible.
E. Kesimpulan
Mari saya simpulkan. Apakah kita lebih baik dimasa
kini karena adanya seluruh terjemahan diatas—atau lebih buruk? Apa
perbedaan utamanya?
Kecuali NKJV, pada umumnya semua terjemahan modern mengikuti MSS tertua. Jadi dasar tekstual (walau berbeda dalam beberapa bagian tertentu) pada umumnya sama. Bahkan disini, tidak ada doktrin utama yang dipertaruhkan disetiap perbedaan tekstual. Tuhan
memelihata kata-kataNya sehingga manusia bisa diselamatkan melalui
membaca KJV, Tyndale, Bishops’, RSV, NIV, REB atau NET.
Mengenai terjemahan, ada tiga rasa berbeda: accurate, readable, elegant. Setiap orang Kristen seharusnya memilikinya setidaknya salah satu
rasa. Saya merekomendasikan RSV, ESV, dan NASB untuk akurasi, NIV untuk
readable/mudah dibaca, dan REB untuk elegance. Atau jika ingin
menggabungkan ketiganya, the NET. Untuk belajar Alkitab, NET Bible yang
terbaik.
Apakah semua ini mengakibatkan kebingungan? Apakah kita
kehilangan Firman Tuhan yang sebenarnya? Tidak, sama sekali tidak.
Realitasnya adalah Alkitab King James bisa bertahan selama 270 tahun
hanya bisa terjadi karena gereja dan negara bersatu, seperti yang mereka
lakukan diInggris tahun 1611. Tapi sekarang berbeda, khususnya Amerika.
Saya kira senat Amerika tidak perlu menentukan Alkitab mana yang harus
kita pakai dalam gereja!
Untuk pertama kalinya dalam 1500 tahun keberadaan
gereja, kita hanya memiliki MSS tulisan tangan. Tapi gereja mampu
bertahan dengan itu. Dan MSS itu lebih berbeda satu sama lainnya
daripada terjemahan modern sekarang ini! Hanya karena adanya mesin cetak
kita percaya mitos akan kesempurnaan pengkalimatan Alkitab. Walaupun
ada perbedaan nyata dalam pengkalimatan dan gaya terjemahan dari
terjemahan baru, semua menyatakan pesan yang sama.
Kesimpulan akhir: Walaupun dengan banyaknya pilihan
terjemahan Alkitab dimasa kini, orang Kristen semakin kurang membacanya.
Saya percaya gereja injili hanya punya sisa 50 tahun masa hidup.
Alasanya terpinggirkannya Firman Tuhan. Kita perlu reformasi lagi! Musuh
injil sekarang ini bukan struktur agama tapi anarki moral, bukan
tradisi tapi hiburan. Musuh injil adalah Protestantism yang rusak;
anti-intellectual, anti-pengetahuan, iman yang enak-enak saja yang tidak
punya kepuasan dan kesaksian. Sebagian dari pertobatan menyeluruh yang
diperlukan adalah pertobatan terhadap teks. Dan yang lebih penting lagi,
harus ada pertobatan terhadap Kristus Tuhan kita. Seperti Alkitab telah
terpinggirkan, Yesus Kristus telah dikesampingkan. KeilahianNya hanya
ditatap, lebih mahal, lebih indah, dan hidup tanpa kekhawatiran atau
kurangnya penghiburan. Dia tidak lagi memakai wajah yang dikenal para
rasul. Atau seperti kata Erasmus, “Saat anda membaca PB Yunani, anda
bisa melihat wajah Yesus lebih jelas seperti anda adalah para muridNya
waktu itu”! Sedikit hiperbola, tapi maksudnya patut digaris bawahi:
Tuhan yang kita sembah sekarang ini tidak lagi seperti Tuhan dalam
Alkitab. Kecuali kita kembali kepada Dia melalui pembacaan dan mengerti Firman Tuhan—melalui komitmen terhadap teks yang benar, gereja injili akan menjadi tidak diperlukan lagi, tidak berguna dan mati.

0 komentar:
Posting Komentar