Jumat, 14 Oktober 2011

PRAHARA PAHLAWAN DEVISA


Padahal Hanya Semilir Dalam Sebayu
Bahkan Sedendang Dalam Bertalu
Kenapa Ada Sejurang Rasa Berharu

Lain Padang Lain Ilalang
Jauh Seberang Tapi Sepandang
Tapi Mati Rasa Tak Bersayang

Bahkan Sehelai Sajadah Serupa Sujud
Segenggam Do’a SeTuhan Bersahut
Karena Seakidah Tak Jua Sedarah
Hentak Kaki Bak Tarian Sang Amarah

TKI Bak Musafir Tanpa Gurun
Dihantar Tak Berunta Bebas Penyamun
Tapi Setiba Dirantau Seperti Dirantai
Pulang Tak Sampai Betah Tak Tergapai

Kenapa Manusia Bak Domba – Domba
Tarik Tak Sehaluan Cambuk Merajalela
Padahal Selugu Kapas Mudah Ditenun
Bila Jua Salah Sudilah Dituntun

Harga Diri Ditakar Bak Segelas
Gelas Pecah Harga Diri Lepas
Khilaf Bekerja Bak Seribu Dosa
Ampunan Jauh Bak Didepan Neraka

Badan Lusuh Tak Senilai Kain
Salah Ditingkah Badan Disetrika
Ringankah Hati Nurani Bermain
Dendang Jeritan Berbuah Tawa

Tapi Seringan Lonceng Berdenting
Sekejap Pukul Tak Cukup Berbanding
Meski Rintihan Bak Buih Meronta
Pukul Bersaut Siksa Tercipta

Bukan Hanya Seorang Bukan Pula Setuan
Badan Tak Lagi Rupawan Gaji Tak Jua Terbawakan
Masih Untung Pulang Senyawa Sebadan
Tapi Tak Jarang Sepeti Dalam Sekafan

Bila Setetes Peluh Tak Nyaman Di Terik
Bila Seiris Silet Tak Tahan Bercabik
Pun Setusuk Duri Tak Sanggup Tertancap
Maka Siksa Mereka Tak Sanggup Di Ucap

Karenanya Air Mata Mereka Tak Berarti
Bila Menjerit Semakin Disika
Bila Diam Diharapkan Mati
Bilap Hidup Tak Lagi Punya Apa - Apa

Warta Telah Terkabar Terang
TKI Diseberang TKI Di Juang
Berburu Uang Diburu Malang
Mengadu Lapar Tak Jua Kenyang

Mengadu Nasib Tak Tertebak
Mengantar Diri Bak Terjebak
Tulang Punggung Keluarga Telah Retak
Pahlawan Devisa Bak Telur Di Ujung Tombak

Duhai Keluarganya Nan Jauh Di Kampung
Inilah Sembilu Buat Berkabung
Do’a Kalian Bukan Terhalang Awan
Tapi Aminnya Tak Kuasa Melampaui Tuan

By : Sutardji

0 komentar:

Posting Komentar