Selasa, 29 Desember 2009

SEMESTAKU DI HATI 3

Wahai “Sang Penyejuk Hati”

Pelengkap Kasih Tulus Sang Ibu

Artikan Hidupku Yang Sementara Ini

Bawalah Resahku Ke Langit Yang Biru



Tukarkanlah Dengan Segenggam Awan

Karena Air Mata Ini Ingin Kuikhlaskan

Bukan Hanya Karena Kehilangan Kawan

Tapi Mengganti Do’aku Yang Tersisihkan



Dimana Saja Kakiku Mencium Bumi

Jangan Biarkan Kuinjak – Injak Asmara

Karena Tak Ada Payung Yang Kumiliki

Yang Bisa Menahan Derai Hujan Luka



Sampaikan Pula Salamku Yang Terbang

Jangan Tepis Diantara Waktu Yang Padat

Karena Kutakut Diwaktu Yang Senggang

Dia Akan Merindukanku Didalam Ingat



Biarkan Juga Tinta Hatiku Menjadi Puisi

Karena Ketika Aku Tak Bersamanya

Kuingin Diriku Tetap Terwakili

Biarlah Dia Dekap Puisiku Di Dadanya



Jika Semesta Hatiku Mendung Dan Hujan

Hanyutkan Semua Airnya Ke Samudra

Supaya Kerang – Kerang Kecil Bisa Ketahuan

Inilah Alir Jiwaku Yang Kadang Berkelana



Jika Hujannya Hanya Separuh Musim

Maka Sisakanlah Untukku Musim Semi

Ada Bunga Yang Tak Sempat Kukirim

Ingin Kutanam Sebelum Diriku Pergi



Ku Ingin Sempat Di Panggil Ayah Tercinta

Sebagai Tanda Lahirnya Keluarga Bahagia

Tapi Kumasih Mencari Istri Tersayang

Itu Tanda Dimulainya Cinta Yang Tenang



Aku Ingin Sebelum Melipat Sajadah

Aku Tinggalkan Nafsu Dan Amarah

Tapi Terkadang Aku Menjadi Lengah

Selalu Kuikat Antara Benar Dan Salah



Padahal Tak Ingin Kuingkari Yang Kusembah

Sejujurnya Diriku Memang Insan Yang Lemah

Semesta Hatiku Banyak Meniru Ciptaan-Nya

Dan Suatu Saat Akan Musnah Di Titah-Nya



Kalau Aku Sombong Setinggi Bintang Di Langit

Jatuhkanlah Aku Hingga Ke Dasar Samudera

Meski Hanya Kerang – Kerang Kecil Yang Mengigit

Tetap Kan Kuakui Dosa – Dosaku Apa Adanya



Tuhan . . .

Kaulah Yang Paling Tahu Semestaku Di Hati



By : Adji

1 komentar:

Sutardji mengatakan...

:)

Posting Komentar