Sabtu, 19 Desember 2009

LILIN RETAK

Telah Aku Lewati
Sepenggal Atau Sebagian
Sudah Aku Lalui
Selembar Atau Sehalaman

Sudah Aku Warnai
Kadang Putih Kadang Hitam
Bahkan Aku Nodai
Kadang Perih Kadang Kelam

Sekecil Daun – Daun Selasi
Tanda Kecilnya Ruang Hati
Yang Tertepis Cuma Secuil
Cerminan Jiwa Yang Kerdil

Memetik Kembang Yang Salah
Menyiram Bunga Yang Keliru
Menghukum Dengan Hati Sebelah
Memukul Dengan Tangan Yang Kaku

Tak Kupandang Air Matanya
Tak Kuhitung Derai Tangisnya
Tak Kukira Berapa Sakitnya
Tak Kusangka Yang Dirasanya

Setelah Semua Berlalu
Tertutup Butir – Butir Debu
Yang Putih Menjadi Abu – Abu
Aku Lalai Dan Melepas Lugu

Setelah Hati Semakin Tahu
Mana Empedu Dan Mana Madu
Setelah Diri Semakin Kritis
Mana Pahit Dan Mana Manis

Setelah Air Telaga Tenang
Setelah Mata Hati Terang
Kupakai Air Menyiram Debu
Terlihat Kotor Dalam Diriku

Kini Aku Yang Tak Berdaya
Kini Kutangkap Apa Yang Dia Rasa
Pedih Dan Sakitnya Dia Terbayang
Menyayat Ingatan Yang Tak Hilang

Kudengar Lagi Rintihan Pedihnya
Menusuk Relung Hatiku Tiba – Tiba
Terbayang Jelas Raut Muka Tangisnya
Aku Ingat Saat Hati Tak Punya Angkara

Disitulah Titik Aku Sadari
Disitulah Titik Aku Sesali
Perbedaan Diriku Dulu Dan Kini
Tapi Tak Cukup Maaf Yang Aku Punyai

Ia Cuma Katakan Dengan Air Mata
Sebab Kata Tak Mampu Diucapkan
Dia Tak Melawan Tanda Tak Berdaya
Apa Adanya Dia Terima Kepedihan

Mungkin Kala Itu Ia Juga Meminta
Tolong Sudahilah Semuanya
Apakah Harus Dihabiskan Air Mata
Mengiringi Setiap Sakit Mendera

Mungkin Jika Ada Kesempatan
Kala Itu Ia Akan Lari Dan Pergi
Tak Kuasa Ia Terus Bertahan
Melayani Aku Yang Tak Mengasihi

Hatinya Sakit Seperti Badannya
Tak Ada Lagi Yang Dipakai Melawan
Semua Dalam Dirinya Telah Luka
Dalam Lemah Dan Keterbatasan

Hatiku Jadi Sedih
Nafasku Jadi Lirih
Kepalaku Tertunduk
Rasa Bersalah Tertumpuk

Aku Seperti Tak Mampu
Mengaminkan Semua Do’aku
Jika Aku Meminta Sesuatu
Dan Ingatan Itu Datang Padaku

Aku Seperti Tak Percaya
Melakukan Kebaikanku
Serasa Tak Ada Gunanya
Dibanding Salahku Dulu

Jika Memang Kebaikanku Tak Kuasa
Membayar Semua Air Matanya
Hanya Kupinta Kemurahan Dari-Nya
Beri Kekuatan Kumenebusnya

Oh Tuhan . . .
Sungguh Lilinku Pernah Retak
Padahal Nyalanya Kadang Redup
Apalagi Terangku Esok Kelak
Kutakut Hatiku Jadi Tertutup

Menyakiti Orang Yang Disayangi Hari Ini
Bisa Menyakiti Diri Sendiri Esok Hari

By : Adji

0 komentar:

Posting Komentar