Telah Aku Lewati
Sepenggal Atau Sebagian
Sudah Aku Lalui
Selembar Atau Sehalaman
Sudah Aku Warnai
Kadang Putih Kadang Hitam
Bahkan Aku Nodai
Kadang Perih Kadang Kelam
Sekecil Daun – Daun Selasi
Tanda Kecilnya Ruang Hati
Yang Tertepis Cuma Secuil
Cerminan Jiwa Yang Kerdil
Memetik Kembang Yang Salah
Menyiram Bunga Yang Keliru
Menghukum Dengan Hati Sebelah
Memukul Dengan Tangan Yang Kaku
Tak Kupandang Air Matanya
Tak Kuhitung Derai Tangisnya
Tak Kukira Berapa Sakitnya
Tak Kusangka Yang Dirasanya
Setelah Semua Berlalu
Tertutup Butir – Butir Debu
Yang Putih Menjadi Abu – Abu
Aku Lalai Dan Melepas Lugu
Setelah Hati Semakin Tahu
Mana Empedu Dan Mana Madu
Setelah Diri Semakin Kritis
Mana Pahit Dan Mana Manis
Setelah Air Telaga Tenang
Setelah Mata Hati Terang
Kupakai Air Menyiram Debu
Terlihat Kotor Dalam Diriku
Kini Aku Yang Tak Berdaya
Kini Kutangkap Apa Yang Dia Rasa
Pedih Dan Sakitnya Dia Terbayang
Menyayat Ingatan Yang Tak Hilang
Kudengar Lagi Rintihan Pedihnya
Menusuk Relung Hatiku Tiba – Tiba
Terbayang Jelas Raut Muka Tangisnya
Aku Ingat Saat Hati Tak Punya Angkara
Disitulah Titik Aku Sadari
Disitulah Titik Aku Sesali
Perbedaan Diriku Dulu Dan Kini
Tapi Tak Cukup Maaf Yang Aku Punyai
Ia Cuma Katakan Dengan Air Mata
Sebab Kata Tak Mampu Diucapkan
Dia Tak Melawan Tanda Tak Berdaya
Apa Adanya Dia Terima Kepedihan
Mungkin Kala Itu Ia Juga Meminta
Tolong Sudahilah Semuanya
Apakah Harus Dihabiskan Air Mata
Mengiringi Setiap Sakit Mendera
Mungkin Jika Ada Kesempatan
Kala Itu Ia Akan Lari Dan Pergi
Tak Kuasa Ia Terus Bertahan
Melayani Aku Yang Tak Mengasihi
Hatinya Sakit Seperti Badannya
Tak Ada Lagi Yang Dipakai Melawan
Semua Dalam Dirinya Telah Luka
Dalam Lemah Dan Keterbatasan
Hatiku Jadi Sedih
Nafasku Jadi Lirih
Kepalaku Tertunduk
Rasa Bersalah Tertumpuk
Aku Seperti Tak Mampu
Mengaminkan Semua Do’aku
Jika Aku Meminta Sesuatu
Dan Ingatan Itu Datang Padaku
Aku Seperti Tak Percaya
Melakukan Kebaikanku
Serasa Tak Ada Gunanya
Dibanding Salahku Dulu
Jika Memang Kebaikanku Tak Kuasa
Membayar Semua Air Matanya
Hanya Kupinta Kemurahan Dari-Nya
Beri Kekuatan Kumenebusnya
Oh Tuhan . . .
Sungguh Lilinku Pernah Retak
Padahal Nyalanya Kadang Redup
Apalagi Terangku Esok Kelak
Kutakut Hatiku Jadi Tertutup
Menyakiti Orang Yang Disayangi Hari Ini
Bisa Menyakiti Diri Sendiri Esok Hari
By : Adji

0 komentar:
Posting Komentar