Kamis, 12 November 2009

INDAHNYA BAHASA-MU

Sebenarnya Tidaklah Mengapa

Tak Sempat Kucium Harumnya Cendana

Sebenarnya Tidaklah Kenapa

Tak Cukup Jarak Kuraih Bunga Sakura



Siapa Tahu Bunga Itu Butuh Ketenangan

Mungkin Ada Yang Dia Tunggu Dari Sang Angin

Siapa Tahu Bunga Itu Butuh Kedamaian

Mungkin Ada Yang Dia Janjikan Sejak Kemarin



Tuhan . . .

Jangan Biarkan Aku Terlalu Tega

Merusak Ketenangan Mereka

Jangan Biarkan Aku Tak Tahu Malu

Mereka Lebih Senang Air Hujan Daripada Aku



Tuhan . . .

Kaulah Yang Mengerti Bahasa Mereka

Sampaikan Salam Hangatku Untuk Mereka

Kaulah Yang Mengerti Perkataan Mereka

Sampaikan Kuingin Bersahabat Dengan Mereka



Alam Ini Setiap Saat Berbicara

Sayangnya Aku Tak Jeli Untuk Bertanya

Apa Yang Ingin Kau Katakan Dengan Sebuah Halilintar

Dan Yang Kau Pesan Dengan Melati Kecil Didalam Pagar



Untuk Helai Daun Yang Gugur Dengan Damai

Meski Jatuh Ditengah Benih Yang Disemai

Itukah Tanda Kau Bilang Tak Ada Yang Abadi

Sadarlah Bahwa Hidup Hanyalah Sekali



Tuhan . . .

Kadang Diriku Ini Tidaklah Tenang

Terlalu Banyak Aku Memakai Bahasa Dusta

Aku Ingin Belajar Bahasanya Kembang

Meski Diam Sanggup Mewakili Kata Cinta



Tuhan . . .

Kadang Kuingin Belajar Bahasa Kupu - Kupu

Meski Diam Sanggup Terlihat Lucu

Kadang Kuingin Belajar Bahasa Salju

Meski Diam Terlihat Putih Dan Kesan Lugu



Hingga Akhirnya Kupahami Arti Bahasa-Mu

Yang Kadang Hadir Dengan Beningnya Air Mata

Hingga Akhirnya Kusentuh Arti Panggilan-Mu

Yang Kadang Hadir Dengan Tampilan Apa Adanya



By : Adji

0 komentar:

Posting Komentar