Sabtu, 29 Agustus 2009

SEMESTAKU DI HATI ( 2 )

Kertas Lima Ribu Yang Kuberikan

Diatas Lima Jari Kakek Yang Renta

Ada Berbuah Do’a Penuh Ketulusan

Terdiam Aku Juga Mengaminkannya



Biar Aku Maafkan Janji Tak Tertagih

Biar Menjadi Pemberian Tak Berpamrih

Karena Matahati Tak Perlu Dipagar Mati

Karena Matahari Tak Perlu Disinar Lagi



Akuilah Hatimu Yang Terluka Dan Terberai

Sebab Maaf Itu Bukan Milik Siapa – Siapa

Relakan Air Mata Di “Sapu Tangan” Sehelai

Aku Malu Membawa Lukamu Dihadapan-Nya



Aku Dewasa Karena Luguku Pergi

Kertas Putih Adalah Aku Masih Bayi

Seburuk Itukah Warna Pada Dewasaku

Akankah Aku Putih Atau Menjadi Kelabu



Maafkan Jika Kuberi Bunga Melati

Meski Janjiku Memberi Bunga Sakura

Kau Boleh Kecewa Setelah Aku Memberi

Tapi Aku Memberi Bukan Karena Ada Sakura



Tak Tega Kubiarkan Anak Kucing Terlantar

Meski Kutinggalkan Dengan Hati Bergetar

Ingin Kubawa Pulang Tapi Apalah Daya

Aku Seperti Orang Baik Tak Punya Gaya



Aku Senang Nyanyian Indah Dan Merdu

Tapi Aku Hanya Bisa Bernyanyi Di Kalbu

Sering Aku Malu Mengkritik Yang Berdendang

Karena Bisa Jadi Suara Laguku Malah Sumbang



Ketika Di Bukit Yang Jauh Ada Pondok Kecil

Aku Ingin Kesana Meski Hanya Tuk Sementara

Aku Ingin Merenungi Diriku Yang Juga Kecil

Yang Hidup Di Dunia Hanya Tuk Sementara



Bicara Cinta Adalah Memuliakan Hidup

Sehingga Menjadi Penting Arti Terbuang

Aku Ingin Cinta Yang Tak Pernah Redup

Sampai Kuhargai Cacat Di Setiap Orang



Ingin Kubilang Pada Kekasih Tercinta

Membelah Dadaku Hanya Akan Membunuh Nyawa

Jika Hanya Ingin Aku Membuktikan Rasa Cinta

Aku Rela Meninggalkanmu Asal Kau Bahagia



Aku Ingin Berusaha Tetap Bersyukur

Meski Atas Nikmat Milik Orang Lain

Tuhan Maha Pengasih Yang Ingin Aku Ukur

Bahwa Dia Masih Memberi Pada Yang Lain



By : Adji

0 komentar:

Posting Komentar