Kertas Lima Ribu Yang Kuberikan
Diatas Lima Jari Kakek Yang Renta
Ada Berbuah Do’a Penuh Ketulusan
Terdiam Aku Juga Mengaminkannya
Biar Aku Maafkan Janji Tak Tertagih
Biar Menjadi Pemberian Tak Berpamrih
Karena Matahati Tak Perlu Dipagar Mati
Karena Matahari Tak Perlu Disinar Lagi
Akuilah Hatimu Yang Terluka Dan Terberai
Sebab Maaf Itu Bukan Milik Siapa – Siapa
Relakan Air Mata Di “Sapu Tangan” Sehelai
Aku Malu Membawa Lukamu Dihadapan-Nya
Aku Dewasa Karena Luguku Pergi
Kertas Putih Adalah Aku Masih Bayi
Seburuk Itukah Warna Pada Dewasaku
Akankah Aku Putih Atau Menjadi Kelabu
Maafkan Jika Kuberi Bunga Melati
Meski Janjiku Memberi Bunga Sakura
Kau Boleh Kecewa Setelah Aku Memberi
Tapi Aku Memberi Bukan Karena Ada Sakura
Tak Tega Kubiarkan Anak Kucing Terlantar
Meski Kutinggalkan Dengan Hati Bergetar
Ingin Kubawa Pulang Tapi Apalah Daya
Aku Seperti Orang Baik Tak Punya Gaya
Aku Senang Nyanyian Indah Dan Merdu
Tapi Aku Hanya Bisa Bernyanyi Di Kalbu
Sering Aku Malu Mengkritik Yang Berdendang
Karena Bisa Jadi Suara Laguku Malah Sumbang
Ketika Di Bukit Yang Jauh Ada Pondok Kecil
Aku Ingin Kesana Meski Hanya Tuk Sementara
Aku Ingin Merenungi Diriku Yang Juga Kecil
Yang Hidup Di Dunia Hanya Tuk Sementara
Bicara Cinta Adalah Memuliakan Hidup
Sehingga Menjadi Penting Arti Terbuang
Aku Ingin Cinta Yang Tak Pernah Redup
Sampai Kuhargai Cacat Di Setiap Orang
Ingin Kubilang Pada Kekasih Tercinta
Membelah Dadaku Hanya Akan Membunuh Nyawa
Jika Hanya Ingin Aku Membuktikan Rasa Cinta
Aku Rela Meninggalkanmu Asal Kau Bahagia
Aku Ingin Berusaha Tetap Bersyukur
Meski Atas Nikmat Milik Orang Lain
Tuhan Maha Pengasih Yang Ingin Aku Ukur
Bahwa Dia Masih Memberi Pada Yang Lain
By : Adji

0 komentar:
Posting Komentar