( Mengantar Kepergian Seniman )
Ada Gerak Manis Tangan Dan Jari
Bermain Cantik Diantara Warna – Warni
Melahirkan Nama Harum Sang Affandi
Memuliakan Warna Didalam Seni
Ada Gerak Manis Tangan Dan Pena
Bermain Indah Diantara Kata – Kata
Melahirkan Nama Harum WS Rendra
Memuliakan Kata Didalam Sastra
Mereka Terlahir Untuk Mencipta
Karena Terlatih Mengunyah Rasa
Setelah Matang Merebus Karsa
Dan Kenyang “Makan Garam” Jiwa
Mereka Tidak Terlahir Abadi
Jika Yang Bicara Adalah Usia
Tapi Mereka Akan Tercipta Abadi
Jika Yang Menjawab Adalah Karya
Tak Berarti Siang Dan Malam Di Karya Mereka
Karyanya Lahir Melintasi Mentari Dan Purnama
Ada Satu Karya Dikandung Di Janin Kebenaran
Setelah Kebenaran Tewas Diselimuti Kegelapan
Karya Mereka Menjadi Matahari Yang Kedua
Bekalnya Hanya Puing – Puing Yang Tersisa
Cara Mereka Manis Meski Ditebus Berbeda
Jawaban Ketika Kita Tak Mampu Bertanya
Hari Ini Tidak Pernah Menagih Masa Lalu
Kenapa Yang Dulu Tidak Bilang Akan Pergi
Pujangga Lama Tak Marah Pujangga Baru
Yang Kini Lahir Melebihi Arti Mengganti
Jangan Pernah Salahkan Buya Hamka
Atau Menyakiti Sang Kahlil Gibran
Telah Dalam Duka Mereka Bersuka
Untuk Meninggalkan Sebuah Kenangan
Percayalah
Mereka Tak Minta Dihargai
Mereka Telah Berbuat Dengan Pasrah
Mereka Yakin Menunjuk Bukan Jalan Mati
Sehingga Kita Telah Membuktikan
Siapa Yang Lahir Melebihi Kandungan Ibu
Mati Adalah Tanda Keterbatasan
Karya Mereka Seakan Menggenggam waktu
Kini Masih Ada Pujangga Dunia Sastra
Yang Inginkan Tumpahan Tinta Kalian
Bahkan Ingin Ditangkap Saat Waktunya
Untuk Dipakai Menulis Di Masa Depan
Mbah Surip Menggunakan Tumpahan Waktu
Yang Terisa Untuk Berbuat Tak Menunggu
Kenapa Kita Masih Berkarya Dalam Ragu
Haruskan Perlu Ku Gendong Menuju Suksesmu
Karena Pergi Tak Selalu Hilang . . .
By : Adji

0 komentar:
Posting Komentar