Ada Lembah Dan Ngarai
Dengan Jalan Yang Landai
Aku Sudah Melewatinya
Aku Senang Dan Bahagia
Ada Lekuk – Lekuk Bumi
Bukti Yang Dibentuk Illahi
Aku Terpaksa Melewatinya
Dengan Tenaga Apa Adanya
Aku Tak Takut Bilang Pernah Patah Hati
Jika Didalam Cinta Memang Aku Kecewa
Aku Tak Ragu Bilang Pernah Mencintai
Yang Sempat Terjalin Disimpul Asmara
Aku Tak Takut Bilang Pernah Berdosa
Jika Dalam Saat Dan Waktu Aku Terlena
Melalaikan Wahyu Yang Turun Di Dunia
Ada Sujudku Yang Telah Rebah Sia – Sia
Sekarang Aku Dewasa Dengan Sedikit Ilmu
Yang Kupakai Menapis Butiran Arti Bijak
Tapi Aku Ingat Kebesaran Arti Kasih Ibu
Yang Tak Kuasa Kulukiskan Dalam Sajak
Aku Memang Sudah Mencoba Memberi
Membelah Nikmat Antara Satu Dan Dua
Kugali Harapan Yang Kutimbun Mimpi
Dan Mencabut Akar Ego Ke Pelepah Sukma
Karena Biji – Biji Buah Yang T’lah Jatuh
Mencipta Generasi Hingga Yang Ketujuh
Begitulah Kutitip Nikmat Pada Yang Papa
Menggugah Titipan Yang Dikirim Dari-Nya
Ada Ketegaran Alif Di Ayat – Ayatnya
Yang Sempat Kubaca Terbata – Bata
Pernah Membuat Aku Teringat Kala Alpa
Bersimpuh Dengan Angka Nol Pun Ku Rela
Hari Ini Aku Masih Tak Mampu Bersumpah
Aku Takut Menjamin Detik – Deik Yang Berubah
Ada Waktu Aku Tak Mampu Menahan Air Mata
Kutepis Dengan Sapu Tangan Bahagia Atau Luka
Dua Sapu Tangan Ini Penampung Segalanya
Air Mata Jiwa Ataupun Air Mata Buaya
Aku Pernah Munafik Menjadi Seorang Pria
Aku Pernah Menarik Menjadi Seorang Jejaka
Pernah Aku Bertanya Saat Termenung
Kenapa Aku Tak Tercipta Sebagai Burung
Dengan Sayap Aku Banyak Menyapa Bunga Dan Ranting
Dengan Terbang Kusiap Jemput Syukur Meski Di Tebing
Tapi Sekarang Aku Menjadi Setengah Pujangga
Hingga Kubisa Menuangkan Setengah Jiwa
Diwakilkan Kata – Kata Yang Puitis
Cukuplah Dengan Ini Diriku Kulukis
By : Adji

0 komentar:
Posting Komentar