Sebenarnya Siapa Bidadariku
Sebenarnya Siapa Permaisuriku
Cantiknya Memang Tak Jadi Pegangan
Fisiknya Memang Tak Jadi Hitungan
Jika Segenggam Hati Dikilauan Permata
Seperti Berhias Diri Memanjakan Mata
Jika Sekepal Jiwa Disampingan Permata
Seperti Menghargakan Diri Didalam Angka
Dan Yang Terpukau Mata Dikilauan
Dan Yang Memukau Sukma Digemerlapan
Menghalang Inti Diri Dalam Hitungan
Membatas Makna Hati Dalam Bilangan
Ketika Sekejap Gemerlap Lelap
Ketika Sesaat Hasrat Terhambat
Diam Menebal Tanpa Berucap
Diri Menyesal Sudah Terlambat
Ada Lain Yang Masih Tersisa
Yang Tak Pernah Bisa Terkata
Yang Tak Pernah Bisa Diharga
Yang Dicari Meski Tak Pernah Kemana
Seperti Itu Cantik Yang Dipuja
Begitulah Fisik Yang Bisa Dipuji
Namun Dimana Lagi Bahagia Dan Sahaja
Jika Diikatkan Diri Dalam Puja Dan Puji
Orang Bilang Cantik Itu Relatif
Berarti Penilaianku Subyektif
Cantik Menurut Dia Tidak Menurutku
Jadi Sebenarnya Siapakah Bidadariku
Tetapi Cantik Bukanlah Bencana
Selama Inner Beauty Adalah Pangkalnya
Cuma Sekarang Keadaannya Bisa Berbeda
Bahkan Sesama Wanita Bisa Menghina
Barangkali Disinilah Kekuatan Cinta Dicoba
Ada Yang Sanggup Menyayangi Dalam Beda
Bahkan Ada Sanggup Menikah Dengan Si Buta
Karena Mata Hatinya Lebih Kuat Dari Mata Kepala
Barangkali Ketika Aku Bilang Mencintamu
Melebihi Arti Bahwa Aku Menyukaimu
Ada Yang Kurang Setelah Kubilang Mencintainya
Sebelum Aku Bilang Siap Terima Dia Apa Adanya
By : Adji

0 komentar:
Posting Komentar