Sabtu, 28 Maret 2009

TULUSMU BELUM KUBALAS

Bagai melukis didalam bayang – bayang

Kutinggalkan kesan indah tanpa bekas

Bagai menulis ditubuh layang – layang

Kuterbangkan pesan cinta tanpa balas



Mengulur harapan dalam mimpi tidurmu

Kutahan jalan rembulan sambil tersipu

Bagai sutra membalut tubuh dibelaian bayu

Terlenalah hangatku menyelimuti dirimu



Memang tak sesingkat pagi cintaku datang

Tapi hingga siang penantian setiamu

Belum ada kepastianku menemani soremu

Hinga tidur malammu berselimut bimbang



Oh kasih . . .

Cinta ini milikmu seorang yang tak terbagi

Kuberpaling dalam rasa bukan tuk mendua

Kupendam segalanya bukan tuk jadi misteri

Bahagia milikmu hadir pada orang kedua



Aku akan jadi anak tangga cintamu

Tuk mengantarmu dipuncak cinta tertinggi

Tapi tinggalkanlah bekas pijakan hatimu

Hanya pijakan hatimu kenanganku nanti



Yang tlah tergores dibilah tirai bambu

Dalam gubuk tempat kita bertemu

Bukanlah memori Desember kelabu

Meski tak abadi sepanjang waktu



Ketika mawar indah dipetik

Harus ada tangkai yang patah

Ketika engkau telah dipetik

Biarlah aku yang patah



Lukisan bayang – bayang yang tak berbekas

Adalah kesan indah yang sekilas

Layang – layang putus yang terlepas

Adalah pesan cinta yang berbatas



Tutup sudah sebelah hati yang masih terbuka

Karena sudutnya tak bisa berselip namaku

Biar kutatap jauh kebahagiaanmu dengannya

Karena wujudnya tak bisa semirip denganku



From : Adji

To : Someone

0 komentar:

Posting Komentar